Pergaulan remaja saat ini semakin bebas. Batas-batas antara pria dan wanita tak lagi diperhatikan. Banyak remaja tidak lagi berpedoman pada syariat agama, norma kesusilan, dan kesopanan. Parahnya lagi, remaja semakin terpengaruhi oleh berbagai media maupun guliran wacana yang marak bertebaran. Logika berpikir rusak, pandangan tentang tata nilai kacau, dan cara menyikapi realita tak sehat lagi. Sementara banyak orang shalih yang apatis dan sekedar mencukupkan diri bersalih ria di dalam mihrabnya dan tak merasa punya tanggung jawab atas semua permasalahan ini. Lalu siapa yang akan terselamatkan, sementara apatisme terus dipertahankan?

6 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Mackieca mengatakan...

betull kawan,,,,,,
keren nih postingan na brow frank . , , ,

Frank mengatakan...

teu di tuluykeun nulisna.. hehehe

Hendra Lesmana mengatakan...

tuluykeun atuh nulisna ateul macana xixi...

Frank mengatakan...

karna kebanyakan manusia hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, tanpa memperhatikan atau saling menasehati sesama manusia.

mun ceuk sundamah aing2 maneh2 kitu ...
heheheh

vier mengatakan...

hikz..
hihiihihi

Frank mengatakan...

kunaun vier??
meni jiga nu ngagoak kittu hahahah

Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers