Merdeka..!

Duh gak terasa besok dah mau HUT RI ke 64, padahal prasaan baru kemarin HUT RI ke 63.
Waktu begitu cepat rasanya, saking betahnya hidup di dunia yg pana ini, dan penuh dengan komplik. Gak menyurtkan kita untuk hidup dan semangat demi meunju sesuatu yg di inginkan di muka bumi ini. Manusia mempunyai cita” dan tujuan masing”. Smoga dengan 64 tahun kemerdekaan negri ini menjadi negri yg aman tentram dan penuh dengan keadilan. Karna negri yg kita cintai ini untuk saat ini masih blom 100% menegakkan keadilan dan kesejahtraan rakyat.
Indonesia 64 thun merdeka, apakah hakekat kemerdekaan ini? Sudahkah kemerdekaan ini kita rasakan seutuhnya? Kemerdekaan mungkin sebagian orang ada yg merasa bangga, ada juga yg merasa biasa2 aja. Karna disebabkan beberapa paktor para pemimpin negri ini, bisa menyebabkan rakyat kecil cuman bisa mengikuti atau merayakan HUT ini tanpa didasari dengan apa hakekat kemerdekaan itu. Kita slalu dan harus ingat trus para pahlawan kita yg berani berkorban dan berjuang demi mencapai kemerdekaan negri ini da para penjajah yg menurut sejarah 350 thn kurang lebih negri ini di jajah. Berapa banyak warga indonesia yg gugur di medan perang demi mecpai kemerdekaan ini.
Kita sekarang hanya enaknya saja dan bisa menikmati hasil para pahlawan kita mengusir para penjajah. Tapi bangsa kitta ini banyak yg lupa dan melupakan para pahlawan kita dengan seenaknya merusak negri ini dengan berbagai cara dan membiarkan aset2 negara kita jatuh ketangan asing.
Padahal aset itu adalah aset negara yg bisa untuk mensejahtrakan rakyat kalau para petinggi negri ini benar2 menjaga dengan baik. Tapi sayang seribu sayang tak ada satupun yg bisa mempertahankan itu karna berbagai alasan dan akibat krisis negri ini.
Untuk itu betapa pentingnya kita mengambil hikmah kemerdekaan ini. Kemerdekaan dapat diartikan pula agar kita mampu membebaskan diri dari berbagai belenggu yang dapat merusak martabat kita sebagai manusia mulia, karena terjajah oleh sesuatu selain Allah. Kemerdekaan dapat kita nikmati pula jika kita dapat menghindari penjajahan dalam diri kita, misalnya dalam bentuk amarah.
Kita harus berjuang sungguh-sungguh untuk melatih diri menjadi seorang yang dapat mengendalikan amarah, melatih diri untuk tidak mudah tersinggung, melatih diri untuk mudah memaafkan dan memaklumi keadaan orang lain, bahkan kalau bisa latih diri kita untuk membalas dengan kebaikan kepada orang-orang yang khilaf berbuat keburukan kepada kita. Insya Allah hidup ini lebih ringan dan bermartabat jika kita mampu melakukanny

0 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers