Antara perbedaan dan pergaulan....

Beberapa minggu ini saya merasa heran dan kadang kala saya bingung. Saya mengalami kebingungan menghadapi teman saya yang slalau beda paham dalam beberapa paktor kehidupan dan agama. Apakah ini yang disebut perbedaan pendapat itu?? Saya sering mengadakan diskusi dengannya, dalam diskusi biasanya untuk mencari pencerahan dan persamaan dalam perbedaan pendapat, tapi apa yang selama ini didiskusikan blom ada hasil, karna orang yang saya hadapi tidak mau meralat atau tidak mau mengubah perbedaan itu, walaupun sudah dijelaskan dengan beberapa alasan.
Akhirnya saya timbul pertanyaan dalam hati saya, Bagaimana sikap dan tindakan yang harus saya lakukan menghadapi orang” yang tidak sepaham dalam berbagai hal, sementara setiap hari atau setiap ada waktu luang saya slalu bergaul dengan mereka dan mereka mencoba mempengaruhi orang” disekitarnya.....
Slama sebulan lebih saya mempelajari dan mencari tahu untuk bisa mendapatkan kesamaan dalam perbedaan ini. Setelah beberapa hari alhamdulillah saya ketemu dengan salasatu mahasiswa dan kebetulan ia adalah anak ormas muhammadiyah. Saya minta pendapat dan saran, supaya saya tidak salah bicara dalam bergaul dengan orang yg slalu beda paham, karna tidak mau ada yg tersinggung diantara saya dengan mereka yg slalu sering menghadapi perbedaan. Akhirnya setelah ngobrol” dan minta pendapat, saya dapat jawabaannya dari anak yg mengatasnamakan anak muhammadiyah itu.
Perbedaan paham merupakan sunnatullah yang niscaya sama dengan perbedaan bahasa,warna kulit dan lain-lain.Upaya untuk menyeragamkan paham-paham ini jelas merupakan pemaksaan yang tidak akan mebuahkan hasil. Ada dua jenis perbedaan paham dalam agama. Perbedaan dalam masalah-masalah furu`iyah (tata cara ibadah,muamalah). Dalam hal ini imam syafi`i telah memberikan contoh sikap yang sangat baik kepada kelompok lain dengan mengatakan “pendapat saya benar tapi ada kemungkinan keliru dan pendapat selain saya salah tapi ada kemungkinan benar” sehingga perbedaan jenis ini sama sekali tidak boleh mengganggu keharmonisan ukhuwah diantara sesama muslim apalagi sampai menimbulkan perpecahan. Sebab masing-masing kelompok berpijak pada metode penafsiran yang sama (ushul fiqh).

Kedua perbedaan dalam masalah-masalah ushuliyah (aqidah,landasan pemahaman). Dalam hal ini kita hanya diperintahkan untuk menyampaikan pemahaman yang dianut oleh assalaf ash sholeh (sahabat,tabi`in) dan mayoritas umat dalam menjawab pendapat kelompok lain dengan argumen yang meyakinkan. Dan kita tetap menganggap smua orang yang melafalkan syhahadat sebagai muslim. Hal yang penting disadari adalah bahwa berapapun banyaknya kelompok yang berbeda paham namun kesamaan diantara mereka tentu lebih besar dibanding perbedaanya sehingga tidak adil apabila yang menonjol diantara mereka justru perbedaanya. Semestinya kita harus menonjolkan dan mengembangkan kesamaan” yang jumlahnya lebih besar dan memakluminya (memaafkan) perbedaan” yang porsinya memang lebih kecil.

Terrimakasih banyak kawand atas saran"nya, smoga bermanpaat bagi kita smua amin...:)

5 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Nizard mengatakan...

Salut ternyata ada orang yang memerhatikan orang, walaupun orang yang di perhatikannya tidak tahu dan apalagi menyangkut perbedaan.

Setiap orang mempunya perbedaan dalam segi apapun seperti contoh orang yang lahirnya kembar walaupun lahir dalam satu rahim yang sama tapi tetep mempunyai perbedaan.

Bos frank kita tidak bisa merubah perbedaan orang seperti yang kita inginkan tetapi bagaimana kita bisa menyikapinya itu. I allah perbedaan akan di pahami kalo kita memberikan yang terbaik.

Oia hadelah kanu bahasa agamana, saya eleh tebisa.

bunga raya mengatakan...

sesungguhnya memang benar perbedaan tidak akan bisa di ubah, yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita bersikap dalam menghadapi perbedaan itu, biarlah perbedaan itu kita jadikan sebagai bahan untuk kita bersama dalam hal yang positif.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa mengatakan...

kadang dalam sebuah diskusi ataupun orbrolan ringan sekalipun perbedaan biasa terjadi karena memang isi kepala setiap orang berbeda, begitu juga dengan sikap pemahaman (apapun itu), setiap orang pasti berbeda pula. Ketika kita dihadapkan pada kondisi demikian (maksudna gontok2an/teuas hulu)saruana yang terbaik dilakukan oleh kita adalah memoderasi pembicaraan, dan ketika tidak ada titik temu pada saat diskusi berlangsung so break sejenak, ngopi dulu baru lanjut.

maaf bahasan saya diluar masalah agama, kalo bicara masalah keyakinan diluar kuasa saya, satu lagi mun diskusi kudu aya momod nu ngarahkeun ngarah permasalahan teu meluas kamana2 :)

wassalam

belajar internet marketing mengatakan...

berbeda adalah indah selama tidak fanatik dengan pendapat sendiri

Kerja Keras Adalah Energi Kita mengatakan...

lanjut maning nang laptop :)

Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers