Nasehat menasehati...

Ini adalah obrolan saya dengan teman saya beberapa waktu lalu.Dengan saling menasehati.....

Jaman sekarang memang aneh bin ajaib alias jagoan hehe. Bagaimana tidak hal" yang sudah tahu telah dilarang oleh tuhan mapun oleh hukum negara alias sudah diharamkan tetapi tetap saja dilakukan dengan berbagai alasan dan trik untuk menipu daya mencari celah agar bebas dari asal hukumnya.

Berbagai daya dan upaya dilakukan untuk berbagai alasan yang begini ke yang begitu aku maunya begini aku maunya begitu...aduh kalah ngalagu ehmm.Oklah kalau begit, salasatu yang kini marak dikalangan remaja terutama sering saya jumpai pada orang-orang yang sering saya ketemu atau yang ada disekitar saya, ada yang bilang sudah tunangan. waw sudah mau nikah donk, Saya gak tahu mungkin itu tujuannya. Tapi yang jelas kalau tunangan berarti dia akan menikah. Hmmm asik donk...

Tunangan ini marak sekali saat ini. Tren masakini mungkin juga ya hehe, tapi kebanyakan tren ini malah dijadikan tameng atau tembok penghalang untuk mengharamkan pacaran. Sehingga mereka yang berdalih sudah bertunangan dengan leluasa memperlakukan si pasangannya yang padahal masih belom ada ikatan apapun pada mereka untuk menghalalkan perbuatannya.

Bicara mengenai ini pasti terhubung yang namanya pacaran ehmmm. Bagai mana tidak, seperti yang saya katakan tadi mereka melakukan yang namanya tunangan jadi akan menikah namum tak ditentukan waktunya atau blom kali. Karena masih sekolah atau lain-lainnya. Berbeda dengan orang yang sudah dewasa atau sudah siap membina rumah tangga yang pikirannya sudah matang untuk berumahtangga.

Mereka tunangan atau mungkin yang benar dalam istilah syariat itu khitbah, benar kan menikah jangka waktu 1-4 minggu dari tunangan. eh ini masih bau kencur misalnya udah tunangan, kapan nikahnya undang-undang ya heheh kalau benar mau menikah ya menikah aja toh dalam islam minimal sudah baligh ya silakan saja.ehemm

Balik lagi kemasalah intinya, Sebenarnya istilah tunangan itu dalam syariah tidak ada mungkin yang mendekatinya itu khitbah, yang bearti meminang. Tetapi berbeda anatara tunangan dan khitbah. Walaupun sudah bertuangan tak bearti halal baginya (red silelaki) berduaan atau lebih dari itu. Lalu berangapan bahwa mereka halal melakukan hal" layaknya suami istri didepan mata, lantas diam dan membiarkannya saja.

Kadang suka ada yang bilang kalau terjadi apa", sudah jelas siapa yang bertanggung jawab. Tetap aja tidak boleh kan masih belom menikah kan.
Jdi fenomena selama ini yang terjadi dengan menjadikan tunangan sebagai alasan baginya ngapa"in pasangannya itu jelas haram hukumnya karena blom terikat dengan tali pernikahan. Sebab apa meskipun sudah tunangan selama belom nikah haram hukumnya.


Sebagai orang yang belum menikah, kita diperintahkan oleh allah untuk menjaga pandangan dan menutup segala hal yang bisa merusak dan merugikan kita,Itu bagi semuanya baik laki" maupun wanita. dan sudah sering di katakan oleh sebagian para ulama yang di ambil dari firman dan hadist untuk menutup auratnya masing", supaya apa ya? Ya suapaya tidak mengundang mata orang lain untuk melihatnya. Yang nantinya bisa menimbulkan sesuatu yang tak di inginkan, begitu kawan....


"Terimakasih Atas Kunjungannya"

3 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


hendra mengatakan...

sae mang lajengkeun, dwoh sayah bingung rek komen ge matak muntang ieu ge xixixi

Frank mengatakan...

ah padahalmah bebas we kang hhehe...
teu kedah muntang da teu aya gempa hehehe....

Tamir mengatakan...

Betul Kang saya prihatin dengan keadaan zaman sekarang...dengan mudahnya menyalah artikan "cinta" dengan rasa "memiliki" dengan kata itu saja bukan berarti sudah bisa memiliki, ada pernikahan suci yang harus dilewati...langkahnya...
pacaran No, taaruf yes tentunya dengan cara yang benar. kalo bisa penghubungnya orang yang sudah dapat dipercaya keimanannya, ajengan contohnya. Insya Alloh...berkah Rumah Tangga nya

Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers