Kain Kafan Perawan oleh Ratu Felisha

Benar-benar aneh dengan para pembuat film di indonesia.Baru kemarin bicara soal film yang banyak pro kontra dikalangan para lembaga sensor dan ormas tentang penolakan film indonesia yang gagal tayang.

Yang saya ingat beberapa film yang sempat rame dibicarakan yaitu film di perkosa setan,Hantu suster keramas,blom juga beres dengan masalah yang kontroversi muncul lagi hantu puncak datang bulan dan sekarang dikejutkan lagi dengan kain kafan perawan yang menurut rencana akan tayang pada tanggal 25 februari mendatang.

Nah kayanya gak usah ditanya lagi deh pasti sudah bisa ditebak,jika film kain kafan perawan ini juga pasti akan sama dengan film-film diatas. Banyak yang menentang walaupun dibeberapa filmnya ada perbedaan seperti pemerannya dan sutradaranya.
Film yang banyak di tentang oleh beberapa kalangan, yaitu film yang persis film porno yang berbalut horor.


Kalau suatau saat para pemain atau bintang utamanya di wawancara oleh wartawan infotaiment, pasti jawabnya demi kewajiban menjalankan tugas sebagai pemeran dan atas nama karya seni.
Padahal kalau dilihat karya seni, i banyak sekali yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan negri ini selain film yang diatas. Sudah jelas beberapa film yang banyak ditentang itu film porno berbalut horor masih pada ngeles juga. Kalau benar secara murni bahwa dalam beberapa film tak ada adegan yang berbau porno, apa tujuannya bikin film horor yang tak mendidik itu?

Banyak film yang akan tayang atau yang sudah ditentang oleh berbagai ormas, bisa kita lihat dulu di youtube, biasanya sudah ada.
Saya tidak akan mencantumkan link youtubenya di sini, cari aja di youtube dengan kata misalkan kain kafan perawan, pasti akan ada deh, kalau gak ada coba ulangi lagi hehehe

.




2 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Tanpa Nama mengatakan...

jadi kang saurna mah..semakin banyak pro kontra..maka pelem te es be akan semakin laku dipasaran da pok na teh panasaran tea hoyong lalajo pelem panas...nya ge nuju panas poe...tungtungna ma panas hate we da pelem na kurang berkualitas...(mung sa ukur ngandelkeun sensasi)

fanbike mengatakan...

benar benar sekali sodara frank..saya sendiri tidak setuju.kenapa perfilman d indonesia ini semakin menjadi jadi..film2 skrang selalu ada unsur FULLGAR saya sendiri pun pernah nonton..mudah2n lembaga sensor indonesia tidak kecolongan lagi..karena bisa merusak moral bangsa.betuuul????
merdeka....

Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers