Titik-titik Politik...

Hari demi hari negri ini makin kacau aja dengan urusan politik para elite. Mulai dari kasus Bank Centuy yang sampai saat ini blom ada titik terangnya sampa wacana pemakzulan trus bergulir dikalangan para elit sampai LSM ormas dan masyarakat.
Hmmm saya jadi bingung mana yang benar dan mana yang salah seeh. Karena mungkin kehidupan saya itu di pinggiran desa terpencil jadi tak tau pergerakan para elite politik, karena jarang sekali daerah saya diinjak oleh para penguasa baik dari atas maupun bawahanya.

Makan tak makan tetap aja hasil keringat sendiri,karena selama ini para elite politik disibukan dengan kepentingan politik dan kepentingan peribadinya yang kadang kala sampai melupakan kewajibannya untuk membela rakyat.

Negara indonesia nergara demokrasi paca runtuhnya orde baru 10 thn lalu. Sudah banyak perubahan dinegri ini yang bisa dibilang cukup memajukan negri ini yang terus mengikuti perkembangan dunia teknologi yang lebih modern.

Tapi para elite politiknya yang blom bisa memajukan dan mengikuti kemauan rakyat.Suara rakyat banyak yang tak direspond sampai2 rakyat geram dengan situasi seperti itu.
Apakah para elite itu tuli atau tidak melihat??kalau benarkah begitu, kenpa dulu dijadikan wakil rakyat. Wakil rakyat hanya bisa mengeluarkan kata lantangnya kalau menghadapi orang yang mereka anggap salah, padahal mereka juga kalau salah, suara rakyat yang akan lebih lantang dan lebih keras untuknya,.

Ingat wahai para wakil rakyat jangan cuman bisa berteriak didalam gedung tinggi saja, coba berteriak didepan rakyat, dan segera penuhi janjimu saat waktu kampanye dulu. Mana janji itu yang pernah diucapkan dengan lantang dihadapan para pendukungmu.
Sekaang rakyat tak punya harapan lagi selain kepadamu sebagai wakil mereka, tapi apakah kerja keras mu sudah membuktikan kepada rakyat, bahwa anda smua sudah memenuhi janjimu untuk mensejahtrakan rakyat?? Sampai sekrang rakyat masih tanya-tanya hhhhhhmmmm.


Klau tetap gaya anda semua seperti itu, bisa jadi pemilu yang akan datang bisa2 golput masal akan terjadi. Karena rakyat sudah pusing dengan jagoannya yang didukungnya tapi banyak melupakan janji2nya. Ingat suatu saat anda akan kembali lagi menjadi rakyat biasa, kalau anda sudah tak dipercaya lagi oleh rakyat dan oleh tuhan.
Anda akan kembali kelingkungan masyarakat, anda akan meninggalkan kursi di parlemen yang sekarang anda duduki.

Jangan seenaknya menggunakan kepercayaan rakyat untuk memperkaya diri sendiri, tapi lihat keluar, banyak rakyat yang kesulitan untuk hidup, banyak orang kecil yang terlilit hukum yang selalu dikaitkan demi tegaknya hukum indonesia. Tapi tak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, demi uang hukum diperjual belikan. Demi memperkaya diri banyak rakyat tersakiti. Apakah kerja anda ini seperti itu? mudah"an jangan seperti itu amin...amin.....


11 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


tias mengatakan...

iya a, bener.
itu ih udahnya gaji gede nuntut fasilitas ini itu, kerja aja gak bener yaaa...
tapi orang-orang tuh aneh, padahal yang mereka demo kan orang yang mereka coblos, siapa suruh gak hati-hati milih calon hahahaha :)) *sekedar komentar*

iman ti bungbulang mengatakan...

Hapunten ah, simkuring mah seja ngoment' ku basa sunda wae para wargi blogger garut,...hehe
wah2,..aya saingan kang Eep Saefullah Fatah yeuh,....hehe,..ieu polemik sapertos anu tos kabeuleugeunjeurkeun diluhur eta memang leres pisan, upami ditilik dileuleutik, ditenjo dihejo2, ieu teh sami sareng mangsa di jepang tahun 75an,..mugi2 atuh mangsa eta katepa'keun ka nagara urang nya kang,,..amiin,..

1 pesen ti simkuring kanggo para nonoman anu kengeng amanah,...CING EMUT KANA MAOT, GEURA TOMAT-Tobat Maksiat, Wali Band pisan nya,..hehe,..ulah Tobat Sambel, tos terang lada, am deui am deui,..


Cag ah,..

Yet Another Blogger mengatakan...

titik titik mang angger we jawabanana titik titik dan tanda tanya oge :lol:

saha cing mengatakan...

nyoba berkomentar yang bisa menggemparkan alam semesta, tapi apa daya saya hanya bisa berpendapat
"ya begini ini lah kondisi pemerintahan di negara kita, sayah ma cuman bisa berharap untuk menjadi warga negara yang baik, peupeuriheun nu calik di gedong2 parlemen teu leres, atu rahayat na nu leres teh...intinya mah tong sarua na ue...xixixixi"

rhien mengatakan...

emh...
ya begitulah dunia politik...

irfan mengatakan...

Wah mantap Frank artikelna,,saya setuju itu..dan sebagai masyarakat kecil di kalangan bawah,,,,saya juga sangat mengaharapkan kebijaksanaan,dan keadilan para wakil wakil rakyat,Jangan cuma sekedar suara yang lantang waktu kampanye saja..tapi tunjukan kelantangan yang sebenarnya ci hadapan ,masyarakat..

Belajar SEO mengatakan...

Politik Menjawab Pertanyaan dengan Pertanyaan Sob .. itu sudah biasa

Anonim mengatakan...

whauhahaha.....
teringat lagu KOIL yang suka saya nyanyikan...
"Ini negara bodoh yang sangat aku bela, layaknya kekasih yang tercinta"....
Belum 1tahun udah minta NAEK GAJI....
kinerja aja belum terlihat....

well....
yah itu lah INDONESIA....
Saya salah seorang yang merasa BANGGA tidak memilih PEMIMPIN NEGARA yang sekarang.....
sedikit-sedikit "saya di Dzolimi"....
Apakah itu sosok pemimpin....???
selalu berharap dikasihani....??
mungkin itu berdampak juga ke anggota2 MAJELIS yang TERHORMAT....
upppssss

.i.p.u.n.k.

bunda okky mengatakan...

duh duh..ieu mah atuh postingan tingkat tinggi...hehehe...

frank nuju ngompol nya ...heu..ngomongin politik...

politik ? uhmm..is....apa ya..??
ke ah....guguru heula ka kopitozie urusan politik mah,,,bilih lepet...isin...xixixi

Edwin's Personal Blog mengatakan...

Bagaimana ya, ini memang sisi lain reformasi dan otonomi daerah. Banyak pejabat yang terkaget2 dengan fasilitas dan kemudahan yg mereka dapatkan. Akibatnya, mereka lebih sibuk mengurusi diri sendiri, bukan rakyat...

Apa kabar mas Frank? ^_^

Facechan mengatakan...

Kalo aku sih ngga seberapa suka politik...

tp yg terpeint jgn sampai kita terpecah karena perbedaan pendapat dalam politik....

Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers