Anak Berprestasi


Sebagaimana diberitakan Harian Kedaulatan Rakyat pada Selasa, 30 Maret 2010, Trianto, anak janda
buruh pembuat emping, dan Wulandari, anak sopir mendapat kepastian melanjutkan pendidikan tinggi jenjang S-1 di universitas faforit di Yogyakarta UGM. Untuk kuliah, dari pendaftaran masuk sampai uang sumbangan-sumbangan lain-lain ditanggung UGM, alias gratis.

Trianto dan Wulandari diterima sebagai mahasiswa UGM melalui jalur Penjaringan Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM). Artinya, masuk UGM tanpa tes lantaran mempunyai prestasi akademik di atas rata-rata dan mendapat beasiswa selama 8 semester. Ini sesuatu yang tidak diduga oleh Trianto maupun Wulandari. Pihak sekolah yang mengajukan keduanya untuk maju bersaing dalam memperoleh beasiswa.
Trianto yang siswa SMA Negeri 2 Bantul ini patut berbangga karena ibunya yang janda itu mampu mendorong anaknya untuk terus berprestasi. Ibunya Mujiyah buruh ‘nuthuk’ emping mlinjo, sosok ibu yang kerja keras untuk memberikan motivasi kepada anaknya bahwa miskin bukan alasan untuk tidak sekolah. ”Aku sangat bangga dengan ibu, buruh emping mlinjo untuk menyekolahkan saya,” ujar Trianto.
Untuk membalas perjuangan hidup ibunya itulah Trianto tekun belajar, bukan berarti tak ada waktu untuk bergaul. Buktinya anak ketiga dari 4 bersaudara pasangan Mudjiono (almarhum) dan Mujiyah, warga Kepuhwetan RT 02 Wirokerten Banguntapan Bantul ini juga aktif di Peleton Inti (Tonti) dan OSIS serta kegiatan di luar sekolah yang lain. Trianto diterima di Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) UGM.
”Itu merupakan pilihan sejak dulu dan saya sangat bersyukur cita-cita masuk perguruan tinggi negeri bidang elektro tercapai,” ujar Trianto yang mengaku akan kuliah bebas Sumbangan Peningkatan Pendidikan (SPP), Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) selama 8 semester.
Wulandari juga tidak bisa menyembunyikan keceriaan setelah mendapat kepastian diterima di UGM tanpa biaya sama dengan Trianto, bebas SPP, BOP dan SPMA. Beasiswa ini sangat meringankan beban orangtuanya yang selama ini berprofesi sebagai sopir pribadi di Jakarta. ”Ibu di rumah mengurus anak-anak, sehingga tidak bekerja, sedang keperluan hidup tergantung ayah,” ujar Wulandari sulung dari dua bersaudara.
Siswa SMA Negeri 1 Sleman, warga Grojogan Pendowoharjo, Sleman ini diterima di Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan UGM.

Dengan bersungguh-sungguh belajar sehingga mendapatkan rangking terlebih bea siswa, maka kelak insyaAlloh akan lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan demi kemandirian. Hasil dari bekerja tentu saja ma’isyah sebagai bekal untuk mencukupi berbagai kebutuhan hidup juga sebagai penunjang dalam kehidupan beribadah sebagai kewajiban hamba di hadapan Penciptanya.

1 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


mhabibie mengatakan...

nitip komen...... hehehe.... pissss

Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers