Pemenang VS Pecundang

Pemenang VS Pecundang

Pemenang adalah yang mengalahkan, namun itu bukan sebuah kemutlakan. Ketika kemenangan telah kita dapatkan pastinya perasaan bangga dan bahagia akan kita rasakan. Tetapi, sebelum itu marilah kita tengok kebelakang, bagaimana perjalanan menjadi seorang pemenang, apa yang kita menangkan, dan pantaskah kita disebut seorang pemenang?
seorang pemenang dapat saja menjadi di artikan sebagai seorang pecundang dan sebaliknya saat kalah tak lagi jadi kepecundangan karena kekalahannya.

“ I like be a fuckin loser ”, “aku suka menjadi seorang pecundang”, ketika kekalahanku membuat orang lain bahagia dan karena sebenarnya bukan kalah tapi mengalah. Sesungguhnya pemaknaan tentang kekalahan atau kemenangan adalah tergantung dari sudut pandang kita memandang sebuah kemenangan ataupun kekalahan itu. Sejak itu menurutku sebuah nilai didalam dua kata tersebut, menang atau kalah telah menjadi tak penting lagi.

Seorang pemenang harus mempertahankan kemenangannya, dan tahukah? Sesungguhnya mempertahankan sesuatu dalam hidup menjadikan kita merasa waspada, dan menurutku rasa waspada yang kadang berlebihan akan menjadikan kita semakin jauh dengan ketenangan hidup. Bukankah ketenangan yang kita cari di dalam kehidupan ini?
Kekalahan itu indah. Saat kita merasa sedih, gagal, terpuruk, murung atau depresi dan sebagainya, sebenarnya perasaan seperti itu yang dapat jadi memotivasi hidup kita untuk lebih berusaha terhadap sesuatu dan menjadi lebih baik, pemaknaan dari kesakitan itu akan terasa begitu indah karena membuat kita berfikir lebih panjang daripada orang-orang yang selalu berada dalam kesenangan.

“Nikmati kekalahanmu dan kamu telah mempecundangi para pemenang yang selalu hidup senang.”


Penulis. Ialfath de’sade

0 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers