Jangan nikah di usia Dini




Pernikahan dini,jadi inget dengan Sinetron dulu yang di bintangi oleh Agnes Monica yang judul sinetronnya Pernikahan Dini xixixiix.
Saat ini emang banyak kasus yang menimpa beberapa gadis kecil yang dinikahkan oleh kedua orangtuanya,ini sebetulnya bukan cinta terlarang,tapi waktunya blom cukup untuk membina rumah tangga, Pernikahan sebaiknya janganlah terjadi..., Demikian reff lagu yang dipupulerkan  penyanyi belia, Agnes Monica yang juga meminta agar kawula anak  belia tidak menikah di usia dini (usia belia).

Ketidaksetujuan pernikahan dini juga dikatakan Ketua Komisi Perlidungan Anak Sumut, Zahrin Piliang, Selasa (20/7), usai bertemu dengan pemuka agama di Departemen Agama Sumut sekaligus mengantisipasi banyaknya pernikahan dini. Zahrin memaparkan, dari evaluasi KPAID Sumut ditemukan beberapa alasan  terjadinya pernikahan dini seperti faktor budaya.

Zahrin mencontohkan, seorang anak perempuan yang berusia 12 tahun dalam tradisi satu budaya sudah layak dinikahkan. “Dan tradisi ini yang telah ada sejak turun temurun,”kata Zahrin. “Kemudian faktor ekonomi, di mana anak perempuan biasanya dipaksa menikah oleh orangtua menikah, sekalipun anak tersebut sebenarnya  menolak. Ini seperti yang dialami oleh si A yang dipaksa menikah dengan seorang pria yang sepantasnya menjadi kakeknya, kasus ini tengah diproses di kepolisian,”kata Zahrin.

Lalu, terang Zahrin kembali, karena alasan malu  si anak yang sudah hamil (karena pergaulan bebas) terpaksa  dinikahkan meski usianya masih “seumur jagung”. “Jika tidak maka keluarga akan merasa malu dengan lingkungan tempat tinggal, atau tetangga,” ujarnya lagi.

Terakhir, urai Zahrin, pernikahan dini karena alasan agama. “Sering kali agama dijadikan alasan untuk membenarkan pernikahan dini. Rujukan yang digunakan biasanya undang-undang  No 1 tahun 1974 tentang perkawinan,” kata Zahrin.
Padahal menurut dia, secara mental dan biologis anak yang menikah belia sebenarnya belum siap menjalani rumah tangga. Sehingga akibatnya bangunan rumah  tangga yang dibentuknya  rapuh.

Selain itu  kualitas kehidupan rumah tangga relatif rendah termasuk kualitas kesehatan pada ibu. ”Ironisnya lagi dampak yang bisa diakibatkan dari pernikahan dini ini, anak perempuan sering sekali mengalami kekerasan fisik, seksual dan mental dari suaminya. Terkadang juga dari mertua,”katanya lagi.
Dalam hal ini, Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, perkawinan dini termasuk yang harus dicegah, karena anak dianggap belum dewasa.
Nah untuk mengatasai hal hal terjadinya pernikahan dini,lebih baik Departemen Agama dan kantor urusan agama (KUA) benar-benar melihat atau mempertimbangkan bila mana ada yang mengajukan nikah dini. Karena pernikahan pasti akan di wakili oleh pihak KUA. Pernikahan dini bukan hal yang aneh di negri ini,tapi untuk saat ini dengan negri yang banyak sekali penduduk miskin,mungkin pernikahan dini yang di dorong oleh keluarganya akibat ekonomi yang sangat memprihatinkan.


0 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers