Geng Motor Bandung

Ratusan anggota geng motor Bandung diamankan di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, Sabtu (25/9) malam. Sebagian dari mereka sempat melempari warung internet dan game online Castle di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, sekitar pukul 20.45 WIB.

Ratusan remaja yang diamankan itu nyaris seluruhnya anggota geng motor Xalt To Coitus yang baru pulang mengikuti Jambore Ikatan Motor Indonesia Jawa Barat yang sempat ricuh di Alun-Alun Kabupaten Subang. Mereka diamankan setelah dihentikan paksa di ujung selatan Jalan Cihampelas.

Dari pantauan di Markas Polrestabes Bandung, ratusan remaja tersebut berjenis laki-laki dan perempuan. Beberapa di antara mereka masih pelajar sekolah menengah pertama. Di area terbuka depan aula, mereka antara lain didata dan disuruh menyanyikan lagu Padamu Negeri lalu diberi pengarahan oleh beberapa polisi laki dan wanita.

Yang laki-laki semua tampak bertelanjang dada bahkan sebagian hanya bercelana dalam. Saat diturunkan dari truk polisi, mereka disuruh berjalan jongkok.

Mereka lalu dibariskan dalam posisi kepala sujud dengan tangan di belakang, lantas duduk bersila. Setelah sempat dibiarkan kehujanan di halaman Polrestabes, ratusan remaja ini lalu digiring memasuki aula Polrestabes untuk didata lebih lanjut dan difoto satu demi satu.

Adapun yang perempuan dikumpulkan terpisah di teras aula. Setelah menyanyikan lagu Padamu Negeri, mereka didata dan sempat diminta tiduran dengan posisi kaki di atas mirip gaya senam lantai posisi lilin.

Dari beberapa anggota geng ini, polisi antara lain mengamankan bebrapa helai jaket seragam XTC. Seain itu golok, obeng dan batu.


Sementara itu dari pantauan di ujung utara Jalan Cihampelas, kaca depan warung game online Castle tampak pecah-pecah. Pecahan kaca dan batu bata tampak di lantai dan halaman warung di dekat SMA Negeri 2 Bandung itu. Sejumlah anggota Reserse Kriminal Polsekta Coblong tampak sdang meminta keterangan para saksi.

Menurut warga setempat, Pay, awalnya tampak rombongan remaja bersepeda yang dikawal polisi melintas di depan warung Castle sekitar pukul 20.30 WIB. "Awalnya biasa saja tak terjadi apa-apa,"kata dia di lokasi kejadian.

Beberapa saat kemudian, sejumlah remaja di bagian belakang rombongan berjumlah ratusan sepeda motor tampak berhenti. Salah satu dari mereka tampak menunjuk ke arah Castle.

"Lalu tiba-tiba sebagian dari turun dari motor dan mengambil batu dan paving blok yan ada disekitar. Mereka lalu melempari warnet sambil teriak-teriak,"tutur Pay. "Setelah puas mereka pergi."

Menurut Lutfi, 16 tahun, seorang pengunjung Castle, peristiwa terjadi saat ia dan beberapa pengunjung sedang bermain game online. "Tiba-tiba dari luar terdengar raungan keras sepeda motor," kata dia.

Sempat pula terdengar orang berteriak-teriak dengan kata-kata kasar meminta yang ada dalam warung keluar. "Lalu ada orang seusia saya masuk celingak-celinguk terus keluar lagi. Tiba-tiba terdengar suara kaca depan pecah. Mereka melempari Warnet dengan batu," tuturnya.

Adapun di ujung selatan Cihampelas antara persimpangan dengan Jalan Pasteur dan dengan Jalan Wastukancana, tampak ratusan sepeda motor terparkir di dua tepi jalan. Beberapa di antaranya tampak tergolek begitu saja.

Penggalan jalan satu arah itu ditutup mulai perempatan dengan Jalan Pasteur. Beberapa polisi tampak memasang pita police line.

"Kami diperintahkan mencegat dan menangkapi mereka (geng motor XTC). Sebelumnya mereka bikin ribut," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Bandung Wetan, Sunarya, sambil mengawasi pemasangan police line di lokasi penyergapan itu. Setidaknya hingga Ahad (26/9) pukul 00.30 WIB penggalan selatan Jalan Cihampelas itu ditutup dengan barikade sejumlah mobil polisi.

Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Jaya Subrianto mengatakan, ratusan remaja tertangkap itu adalah bagian dari rombongan kelompok bermotor yang baru pulang dari sebuah acara di Subang. "Yang dikumpulkan di sini ini anak-anak geng motor XTC. Sementara tercatat semuanya ada 218 orang trmasuk 20 orang perempuan," kata Jaya di kantornya, Sabtu malam.

Jaya menjelaskan, ratusan remaja itu ditangkap karena anarkistis di sepanjang perjalanan pulan dari Subang. "Ada yang memukul-mukul dan menendangi mobil di jalan. Bahkan ada yang merusak Warnet di Jalan Cihampelas. Padahal merka sudah dikawal polisi,"tutur dia.

Akhirnya demi mengantisipasi perbuatan lebih parah, polisi yan dibantu Brigade Mobil mencegat ratusan penunggang motor itu di ujung selatan Jalan Cihampelas.

Namun saat dicegat hendak dihentikan, sejumlah anggota geng ini malah melawan. Mereka berusaha balik arah dengan melawan arus. "Bahkan ada yang sempat menyabetkan samurai dan besi kepada seorang perwira polisi. Untung tak kena. Tapi samurainya tak berhasil kami temukan,"kata Jaya.

Jaya juga membenarkan adanya tindakan anarki geng motor  Bandung juga di selatan Kota Bandung, di kawasan Jalan Logam. "Tapi mereka juga sudah kami amankan. Mereka sudah diamankan di Polsek setempat."

Dengan diamankannya ratusan remaja di kantornya, Jaya melanjutkan, pihaknya akan melakukan pembinaan. "Setelah didata mereka akan diminta membacakan surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatannya. Setelah beres sesuai prosedur, mereka akan dipulangkan. Tapi setiap dari mereka juga nanti akan dikenai wajib lapor,"ujarnya.

Namun tak berarti Jaya akan menghentikan kasus ini. Polisi tetap akan menyelidiki beberapa aksi terindikasi kriminal seperti perusakan Warnet dan pemilikan senjata tak sesuai aturan. "Kalau terbukti mereka melakukan perbuatan kriminal,tent akan diproses sesuai hukum berlaku,"tandas Jaya.

Sementara itu seorang remaja putri yang tertangkap, Rina, 16 tahun, mengakui dirinya bersama rombongan sedang dalam perjalanan pulang dari Subang. "Saya cuma ikut teman (laki-laki) saya, Eeng, anak XTC Ujungberung (Kota Bandung). Pas di Jalan Cihampelas bawah tiba-tiba kami dicegat polisi, ditangkapi, terus dibawa ke sini,"aku warga Rancaekek, Kabupaten Bandung itu di kantor polisi.

Perempuan yang mengaku sudah putus sekolah ini membenarkan, sebagian teman satu rombongannya ada yang sempat melempari Warung Internet Castle di Jalan Cihampelas. "Tapi saya tidak ikut-ikut. Katanya mereka ribut karena diduluin ada yang melempar batu ke rombongan dari gang di dekat warnet itu. Saya tidak tahu nama warnetnya," katanya.

Gina, 22 tahun, juga menyangkal dirinya berbuat anarki di sepanjang jalan. "Kami kan dikawal polisi. Saya ikut rombongan XTC mantan suami saya, Kiki, dari Cibaduyut," ujar ibu satu anak warga Jalan Mohamad Toha itu.

Ia mengaku tak tahu menahu adanya perusakan warung game online dan internet di Jalan Cihampelas. "Saya tahunya pas di Jalan Cihampelas bawah, polisi mencegat rombongan. Malah ada anggota polisi yang mencoba memukulkan helm ke saya. Lalu kami ditangkapi,"aku dia.

Gina juga menuturkan jika kericuhan sebenarnya terjadi dalam acara jambore di Alun-Alun, Subang, Sabtu sore. Saat itu, kata dia, rombongan XTC bentrok dengan rombongan Moonraker, geng motor lainnya sekitar pukul 15.00 WIB.

"Awalnya, waktu Moonraker datang, mereka langsung meraung-raungkan sepeda motor di depan kami seperti manas-manasi. Terus mereka ada yang mengacung-acungkan jempol ke (arah) bawah," tuturnya.

Aksi geng Moonraker itu tak ayal memancing emosi XTC. "Lalu terjadi saling lempar batu. Teman saya juga ada yang kena,"kata Gina yang bertolak ke Subang bersama rombongan XTC dari Cibaduyut pada Sabtu pagi sekitar jam 09.00 WIB.

2 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
wah bagus bisa rame nich jadinya good luck yach

Gieterror mengatakan...

hidup ABCD (anak bandung cinta damai),,
mendingan netral ajja broo ( N )..
buat anak XTC dan Moonraker smoga kalian dapat berdamai..

Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers