Pasar Seni ITB

Pasar Seni ITB 2010 akan dibuka langsung oleh Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik di halaman Kampus ITB Minggu (10/10/2010) besok. Meski dibuka pada hari Minggu, namun mulai Sabtu (9/10/2010) ini stand-stand yang akan memeriahkan Pasar Seni sudah mulai bisa dikunjungi oleh umum.

Selain itu, Pasar Seni pun akan menampilkan sejumlah wahana-wahana unik hasil kolaborasi interdisiplin ilmu yang ada di ITB. Salah satu wahana itu adalah Kamar Vibrator.

Menurut Humas Pasar Seni ITB 2010, Maharani Mancanagara, ruang vibrator adalah sebuah wahana pengetahuan kepada masayarakat untuk mengantisipasi bila terjadi gempa. "Semacam simulasi gempa. Seperti apa kamar vibrator, datang saja ke pasar seni. Surprise hanya untuk pengunjung," kata Maharani, Jumat (8/10/2010).

Untuk masuk ke ruang vibrator ini, kata Maharani, pengunjung dikenakan tarif Rp 5.000 per orang. Selain wahana ini, pengunjung Pasar Seni bisa mendatangi puluhan stand dengan beragam produk bernilai seni tradisional maupun perpaduan karya teknologi.

Sebelum masuk ke kampus ITB, mulai Jalan Ganeca, pengunjung bisa menikmati jalan seni, yakni sebuah pameran hasil karya seniman. Para seniman ini tidak hanya datang dari Bandung tapi juga mancanegara seperti Amerika Serikat dan dan Jerman. Ruas sepanjang 100 meter dari Jalan Ir Juanda hingga ke gerbang depan kampus akan dipasangi karya-karya instalasi seniman.



Pantauan Tribun, sepanjang Jalan Ganeca mulai dipasangi rangka-rangka dari bambu untuk karya instalasi. Rangka bambu tersebut dipasang di kanan dan kiri jalan. Sabtu (9/10) ini, Jalan Ganeca ditutup penuh untuk persiapan terakhir.

Instalasi yang akan ditampilkan, antara lain instalasi foto puluhan orang gila yang berkeliaran di Bandung, akan ditampilkan dengan frame klasik oleh Ketua Jurusan Seni Rupa Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, Anggiat Tornado.

Sedangkan instalasi cowet (cobek), menggantung puluhan alat masak dari batu itu lalu akan dilukis. Karya itu melibatkan anak-anak penjual cowet yang berseliweran di jalan-jalan Kota Bandung.

Adapun instalasi berjudul Densus 88, akan memasang tabung-tabung gas ukuran 3 kilogram. Karya itu untuk mengingatkan pengunjung tentang ancaman dan bahaya tabung gas itu di rumah.

Menurut Ketua Panitia Pasar Seni dari kalangan dosen Tisna Sanjaya, jalanan menjadi ruang alternatif pengganti galeri untuk memajang karya seni. "Jalanan sebagai aset masyarakat yang sering terlupakan akan mendapatkan kegairahan baru," ujarnya.

Pasar Seni ITB yang ke-10 kalinya ini bertema "Sesuatu yang Terlupakan." Acara sehari itu akan dibuka pukul 08.00-18.00 WIB. Selain jalan, bagian dalam kampus ITB dipakai sebagai arena untuk menampung sekitar 200 stand karya seni dan lebih dari 70 pedagang kuliner.

sumber/kompas.com

0 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers