Tabrakan Kereta

Tabrakan Kereta, Tragis. Dua tabrakan kereta api terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan, Sabtu (2/9) dinihari tadi. Pertama terjadi di Petarukan Pemalang, dan kedua terjadi di stasiun Purwosari Solo. Kedua peristiwa naas itu memakan korban jiwa. Di Petarukan Pemalang, diperkirakan 34 orang tewas, dan puluhan orang lainnya luka parah. Sementara di Solo, 1 orang tewas dan empat orang luka.

Tabrakan Kereta - Di Petarukan, KA Eksekutif Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta Surabaya menyeruduk KA Senja Utama jurusan Semarang Jawa Tengah. Lokasi kecelakaan terjadi sekitar 500 meter sebelum stasiun Petarukan, Pemalang Jawa Tengah, Sabtu dinihari tadi. Akibat benturan itu, gerbong KA Argo Bromo ringsek, nyaris tak berbentuk lagi.

Hingga berita ini diturunkan, evakuasi korban masih berlangsung. Proses evakuasi terhambat karena minimnya peralatan. Sejumlah penumpang Senja Utama hingga berita ini diturunkan masih dalam posisi terjepit. Petugas masih berupaya mengeluarkan mereka, dengan sejumlah peralatan seperti juga mesin las.

Menurut Direktur Rumah Sakit Dr. Azhari, Humar Sono, saat ini terdapat 34 korban yang tewas. "Termasuk, korban yang baru ditemukan potongan kepalanya, dan potongan tangan," kata Humar Sono. Dari jumlah itu, baru 12 korban yang baru diidentifikasi. "Sampai sekarang tim forensik sedang bekerja, jadi tunggu sampai tim bekerja sampai selesai. Kami berusaha, hari ini akan selesai," kata Humar Sono.

pihak PT KAI mengaku belum mengetahui secatra pasti penyebab kecelakaan. Meski Menteri Perhubungan Fredy Numberi sudah menyatakan ada kemungkinan tabrakan ini diakibatkan oleh kelalaian masinis. Namun, Kahumas PT KAI Sugeng Prijono memangku belum berani memastikan kecelakaan ini murni sebagai akibat kelalaian masinis.


"Memang, di jalur stasiun Panarukan ini ada jalur kembar, antara jalur tunggal dan jalur ganda. Menurut informasi sementara, KA Argo Bromo Anggrek memang belum diberikan izin masuk, namun tetap nekad masuk. Tetapi, detilnya kami masih terus bekerja keras untuk menyelediki," kata Prijono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/10).

Diperkirakan, KA Argobromo melaju dengan kecepatan tinggi, masuk ke Jalur 1 yang sudah ada KA Senja Utama jurusan Jakarta - Semarang. Akibatnya, Argobromo menabrak senja utama dari belakang dengan keras. Dahsyatnya benturan mengakibatkan tiga gerbong belakang senja utama ringsek, hingga atapnya mengelupas ka atas. Demikian pula lokomotif Argo Bromo ringsek nyaris tak berbentuk lagi, Saksi mata menyebutkan, kejadian ini seperti orang mau harakiri, bunuh diri karena argobromo melaju dengan kencang, dan langsung menabrak Senja Utama.

Mengenai kecepatan laju kereta api, Prijono menjelaskan bahwa di jalur menjelang stasiun ini kereta boleh melaju dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. "Menurut aturan, di jalur itu KA memang bisa melaju maksimal dengan kecepatan 40 km/jam. Tetapi, kami belum melihat lokasi peristiwa, jadi kami belum bisa memastikan," kata Prijono menambahkan.

Pada saat yang hampir bersamaan, di stasiun Purwosari Solo juga terjadi peristiwa serupa. KA Gaya Baru Malam jurusan Surabaya ditabrak KA Malam Bima yang juga sedang menuju ke Surabaya. "Kejadiannya juga mirip dengan peristiwa naas di Patarukan," kata Prijono. Peristiwa di Solo, dipastikan merupakan kelalaian petugas pemindah pelintasan kereta api. Akibatnya, 1 orang tewas, dan empat orang luka-luka.

0 komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Posting Komentar

Related Websites

Archives

Followers